Penjelasan Detail Tentang Shared Hosting [Part 2]

Shared Hosting – Seperti janji penulis di artikel sebelumnya yang bisa kamu baca disini, kali ini penulis akan membahas secara detail tentang Shared Hosting. Dianggap sebagai jenis hosting yang paling ekonomis, Shared Hosting adalah solusi yang saat ini semakin banyak digunakan oleh berbagai situs web. Jenis host ini digunakan kebanyakan oleh pemilik blog, usaha online kecil, dan situs web baru yang dianggap sebagai solusi ideal bagi mereka untuk segera memulai situs web dengan dana terbatas.

Shared Hosting

Jika kamu juga sedang mempertimbangkan Shared Hosting untuk blog atau bisnis, berikut adalah 6 hal terpenting yang perlu kamu ketahui tentang Shared Hosting. Yuk kita mulai pembahasannya sekarang!

1. Apasih Shared Hosting?

Dalam Shared Hosting, beberapa situs web akan di-host di satu server. Namanya juga sudah jelas ya, shared yang artinya berbagi. Dalam hal ini adalah server yang dibagi-bagi antara sesama klien. Semua situs web di server tersebut tentunya berbagi sumber daya juga, dan setiap situs web diberikan jumlah terbatas dari total sumber daya server yang ditentukan oleh paket hosting mereka.

Apasih Shared Hosting

Hal ini merupakan jalan ekonomis bagi usaha kecil untuk membuat bisnisnya secara online. Shared Hosting menggunakan Linux dan Windows adalah beberapa jenis solusi Shared Hosting yang disediakan sebagai opsi oleh hampir setiap penyedia layanan Web Hosting. Pilihan antara Windows atau Linux sepenuhnya tergantung pada jenis bahasa pengkodean dan platform pengembangan yang akan kamu gunakan untuk situs web tersebut. Misalnya, untuk situs web ASP.NET, kamu harus memilih Windows Shared Hosting dan sebaliknya, jika kamu menggunakan PHP dan MySQL, maka kamu harus memilih platform Linux.

2. Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja hosting ini cukup sederhana. Server yang digunakan akan dipartisi untuk menampung banyak akun dari klien yang berbeda. Setiap klien akan mengelola situs web, email, dan database mereka yang terpisah antara satu dengan yang lainnya. Namun, sumber daya dan biaya server akan ditanggung bersama oleh semua klien.

Cara Kerja Shared Hosting

Jika digambarkan dengan kondisi kehidupan sehari-hari, Shared Hosting mirip seperti berbagi apartemen dengan orang lain. Kamu memiliki kamar sendiri, tetapi kamu harus berbagi sumber daya, seperti listrik, air, gas dan area umum. Hal yang membuatnya ekonomis adalah kamu dapat membagi biaya sewa dan perawatan di antara semua penghuni secara merata walaupun kamu memiliki kamar sendiri.

3. Kelebihannya?

Setelah cukup panjang penulis tadi menceritakan tentang Shared Hosting, sudah cukup jelas kan ya apa saja nih kelebihan yang dimilikinya? Tentunya yang pertama adalah dari segi biayanya yang terjangkau, karena kamu membayar satu server hosting bersama-sama dengan klien yang lainnya. Selain itu, kamu tidak perlu memiliki pengetahuan teknis khusus sehingga sangat cocok untuk pemula atau web developer yang menggunakannya untuk belajar.

Lalu, opsi server telah dikonfigurasi sebelumnya dan panel kontrol yang mudah digunakan. Terakhir, pemeliharaan dan administrasi server diurus oleh penyedia layanan hosting, sehingga klien tidak perlu susah payah mengurusnya sendiri.

4. Kekurangannya?

Namun, disetiap kelebihan pasti ada kekurangan, kan? Tak terkecuali Shared Hosting ini. Setelah mengetahui banyak kelebihan yang dimilikinya, kamu pasti juga penasaran apasih kekurangannya? Tadi penulis sempat menyinggung tentang semua pemeliharaan dan administrasi server diurus oleh penyedia layanan hosting, kan? Nah hal ini juga berdampak pada sedikit atau tidak adanya kontrol pribadi atas konfigurasi server.

Kekurangan Shared Hosting

Selain itu, lonjakan lalu lintas di situs web lain dapat memperlambat situs web-mu. Hal ini tidak bisa kamu hindari karena kamu berbagi server dengan banyak klien. Yah, ini adalah hal yang harus kamu bayar sebagai ganti dari sebuah layanan yang terjangkau.

5. Website Apa Saja Yang Cocok Menggunakan Shared Hosting?

Shared Hosting adalah platform ideal untuk menjalankan situs web berukuran kecil hingga menengah. Rentangnya dapat mencakup apa saja mulai dari blog kecil hingga situs web dinamis lengkap untuk perusahaan. Hosting tipe ini menawarkan fleksibilitas dan kemudahan untuk memulai impian memiliki bisnis online sendiri.

Oleh karena itu, jika kamu ingin memulai situs web kecil, bisnis kecil, atau blog, hosting tipe ini sangat cocok untukmu. Namun, jika bisnis kamu memiliki potensi untuk tumbuh besar, melibatkan pembayaran atau informasi aman di situs web tersebut, ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk melakukan sebuah peningkatan atau memilih jenis hosting lain, karena kemungkinan hosting yang ini tidak cocok untuk bisnismu.

Baca Juga : Pengertian Hosting Beserta Jenis-Jenisnya – Fahami Sebelum Menggunakannya [Part 1]

6. Perkiraan Harganya Berapa?

Mengutip dari penyedia layanan hosting, hostinger, harga Shared Hosting yang ditawarikan dibagi menjadi 3 paket, single dengan harga 12,900 per bulan, premium dengan harga 24,900 per bulan dan bisnis 49,900 per bulan. Selain itu, ada lagi penyedia layanan hosting lain, yaitu niagahoster yang menawarkan Shared Hosting dengan harga 10,000 per bulan. Harga yang penulis tuliskan ini per tanggal 7 Agustus 2021 ya, harga dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang Shared Hosting secara mendalam. Apakah pembaca mulai ada bayangan nih kira-kira webnya cocok tidak menggunakan hosting yang satu ini? Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi para pembaca ya. Nantikan artikel berikutnya yang membahas tentang hosting jenis lainnya ya!